Sosialisasi Kompos dan Pakan Lele Alternatif ke Rumah Warga

Pada hari Selasa, 28 Juli 2019 Tim KKN IPB dan UNNES melakukan kolaborasi di Desa Mlatiharjo dengan mensosialisasikan pembuatan kompos dan pakan alternatif untuk budidaya lele. Kegiatan pembuatan kompos ini lebih disarankan untuk pemanfaatan limbah rumah tangga. Hal tersebut dikarenakan masih ada masyarakat Desa Mlatiharjo yang belum mengelola sampah rumah tangga dan membuangnya sampah tersebut ke sungai. Kegiatan sosialisasi pembuatan kompos juga memperkenalkan EM4 sebagai salah satu starter mikroba yang dapat digunakan dalam mempercepat proses penguraian sampah organik. Harapan dengan adanya sosialisasi pembuatan kompos ini, masyarakat dapat memanfaatkan sampah organik di skala rumah dan dapat memenuhi kebutuhan pupuk bagi pertanian di pekarangan rumah masing-masing.

 

Selian itu, juga dilakukan sosialisasi pakan alternatif yang dapat digunakan sebagai bahan tambahan pakan atau bahan pengganti pelet sehingga dapat mengurangi biaya pengeluaran pakan untuk budidaya ikan lele. Menurut kelompok pembudidaya lele di Desa Mlatiharjo, kendala yang dihadapi dalam budidaya lele adalah jumlah pakan yang dibutuhkan cukup banyak dan harga pembelian pakan yang tidak menguntungkan pembudidaya. Oleh karena itu, tim KKN IPB dan UNNES menyarankan pemanfaatan pakan alami berupa tanaman Azolla sp. dan Lemna minor sebagai bahan pakan alternatif. Tanaman ini dipilih karena kandungan protein yang cukup tinggi sekitar 24-30% yang dapat membantu mencukupi kebutuhan nutrisi ikan lele. selain kandungan nutrisi yang baik untuk pakan ikan, tanaman ini juga dapat dimanfaatkan dalam bidang pertanian dan peternakan.

Harapannya masyarakat dapat memanfaatkan limbah yang ada agar diolah menjadi sesuatu yang bisa dipakai kembali dan bermanfaat seperti pupuk kompos.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan